2 Comments

  1. Percuma pak Ono percumah, mengapa dihapus dari kurikulum 2013 masalah TIK ini karena kejengkelan oknum semua lini pemerintah mulai dari eksekutif yudikatif legislatif saat mereka menerima kenyataan pahit dikritik habis-habisan lewat media sosial online. telinga mereka panas bukan main dan mengacuhkan atau membalas dengan UU yang mengekang kebebasan berpendapat ITE.
    jika informasi memang mengandung unsur hate speech dan orang yang dituduh merasa harus diproses secara hukum sah-sah saja diproses hukum, sebaliknya, tapi jika pelanggaran HAM saya harap semua boleh mengungkapkan rasa tidak masalah ITE dipakai yang bahaya jika melindungi perusak persatuan dan kesatuan NKRI contoh kasus Bpk.Buniyani VS Bpk.Ahok atau pada kasus lainnya oknum merasa di atas hukum atau oknum merasa ini demi kepentingan negara dan harus melakukan tindakan pelanggaran HAM tanpa mekanisme hukum.
    Ini mengindikasikan oknum pemerintah Anti Kritik seperti kasus mendiang Munir dan wartawan Udin yang harusnya diproses secara hukum jika mereka bersalah tapi langsung dieksekusi.
    Mau bagaimana lagi itulah Indonesia saking bosennya saya menggerakkan komunitas Open Source sekarang saya beralih jadi petani saja. Netral-netral tapi jika jika saya yang terkena masalah padahal saya tidak mengganggu kepentingan mereka perjuangan sampai titik darah penghabisan bukanlah suatu yang sia-sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *