12 Comments

  1. ini sebenarnya menarik sekali kalau diimplementasikan di desa2 pelosok ya?
    kemarin di Kalimantan ada banyak desa yang belum dapat listrik PLN dan akhirnya hanya bergantung sama genset

  2. admin

    @iPulGs : bener banget daeng, sangat bisa diterapkan di daerah terpencil, apalagi teknologi solar panel yang dikembangkan temen-temen #DRRGunungkidul ini terletak pada modifikasi Controller, karena selama ini Controller yang beredar di Pasaran selalu menjadi biang kerusakan Accu penyimpan energi, maka tidak heran penerangan jalan bertenaga solar cell, antara 6 – 8 bulan sudah tidak berfungsi karena aki sudah tidak bisa menyimpan energi.

    • admin

      @bahtiar : Untuk penerangan rumah dengan paket SolarPanel + lampu @3watt DC 5 buah + Aki 50Amp + Kontroller diangka 2,5jt kang..

      • adelfia

        Mau dong min. Pasang di rumahku. Tp gmn pasangnya kalo di luar jawa? Ada email/nomor yg bisa dihubungi?

          • melia

            klo ke Pulau Nias bisa dipasang pak? karna dikampung saya itu listrik PLN baru masuk 2thn ini. Dan nyalanya hanya malam saja, itupun 2hari sekali ( desa harewakhe). Klo ini bisa dipasang, sy yakin banyak yg akan ikut pasang. Selama ini masyarakat bergantung dgn genset yg perharinya mereka mengeluarkan biaya utk bensin/ solar 3liter/malam.

          • admin

            Pada prinsipnya bisa diimplementasikan di semua daerah asal ada sinar mentari yang bersinar tak terhalang, dan solarcell yang dikembangkan full arus DC

  3. dwi cahyono

    mohon masukan saya ada rangkaian panel surya sudah masuk tahun ke 6, tanpa controller hanya bermodal dioda aja, dampaknya 1,5 tahun baterai harus ganti. tahun ke tujuh saya gunakan controller tapi koq malah tidak mengisi accu, padahal indikator rangkaian sudah benar, akhirnya saya kembali tanpa controller. mohon penjelasan dan pengarahan . terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *